0819-0808-0450 humas@irps.or.id
muria vintage livery

KA Muria vintage livery (Dimas Putra Nugraha/IRPS Cirebon)

Bertepatan dengan HUT ke-81 KAI pada 28 September 2026, satu rangkaian KA Argo Merbabu (kini KA Muria) beroperasi mengenakan vintage livery. Tak tanggung-tanggung, lokomotifnya pun mengenakan vintage livery, serasa kembali ke era 1950-an.

Rangkaian KA Muria yang dimaksud adalah rangkaian kereta new image produksi 2016. Sebanyak 9 kereta eksekutif, 1 kereta makan new generation modifikasi Balai Yasa Tegal, dan 1 kereta pembangkit terpilih mengenakan livery yang terinspirasi dari kereta ABL-9000 tersebut. Penerapan vintage livery ini adalah kolaborasi KAI dengan IRPS dalam rangka HUT ke-81 KAI serta peringatan 159 tahun perkeretaapian nasional.

Pada pengoperasiannya, lokomotif CC2061325 milik Depo Sidotopo selalu menjadi lokomotif penghela KA Muria vintage livery ini. Sebelumnya, lokomotif ini bersama tiga kereta eksekutif, kereta makan, dan kereta pembangkit rangkaian ini telah digunakan sebagai KLB Napak Tilas Semarang Tawang-Kedungjati pada Jumat (25/9) lalu.

Sejarah Kereta ABL-9000 yang Jadi Inspirasi KA Muria Vintage Livery

Susunan rangkaian KA Muria vintage livery (Dok. IRPS)

Kereta seri ABL-9000 pernah aktif pada masa Djawatan Kereta Api (DKA) dan merupakan cikal bakal kereta eksekutif di Indonesia. Namun, kereta ini tidak hanya memiliki kelas eksekutif saja, tapi juga memiliki kelas bisnis. Kedua kelas ini memiliki kompartemen duduk masing-masing yang dipisahkan sekat berpintu, dengan kapasitas 12 tempat duduk untuk kelas eksekutif dan 47 tempat duduk untuk kelas bisnis.

Kereta ini dibuat oleh 3 pabrikan berbeda di Prancis. Desain dibuat oleh Société Lorraine des Anciens Etablissements de Dietrich et Cie, yang juga memproduksi sebagian dari kereta-kereta ini. Sementara sisanya diproduksi oleh Établissements Carel Fouché & Cie, serta Brissonneau et Lotz.

Kereta ini dahulu digunakan pada layanan kereta ekspres pada rute Jakarta-Surabaya, Jakarta-Semarang, Jakarta-Yogyakarta, dan Jakarta-Bandung mulai 1 Oktober 1954. Di tahun 1955, kereta ini juga digunakan untuk mengangkut peserta Konferensi Asia-Afrika ke-1 dari Jakarta ke Bandung dan sebaliknya.

KA Muria vintage livery menembus malam (Andra Radithya/IRPS Jakarta)

Kereta ABL-9000 mulai tidak digunakan di tahun 1970an, dan dikonversi menjadi kereta ekonomi di tahun 1980an. Di tahun 1995, kereta yang sudah dikonversi menjadi kereta ekonomi dikonversi kembali menjadi kereta eksekutif, dan kemudian beroperasi pada layanan KA Argo Lawu mulai 1996. Kereta-kereta hasil konversi tahun 1996 ini masih beroperasi hingga kini.

Penerapan vintage livery kereta ABL-9000 pada kereta eksekutif new image produksi 2016 tak hanya menambah nilai visual serta engagement dan sarana promosi yang baik kepada penumpang. Tapi juga sebagai bentuk penghargaan terhadap sejarah perusahaan, mengingat betapa pentingnya peran kereta ABL-9000 di masa lalu yang pernah digunakan dalam Konferensi Asia-Afrika. (IRPS/MPF)