0819-0808-0450 humas@irps.or.id

Lokomotif CC2061602 vintage livery di Balai Yasa Yogyakarta (Ahmad Thoyyib/IRPS Jakarta)

Melanjutkan konsep livery klasik pada sarana pekeretaapian modern, lokomotif CC2061602 kini mengenakan vintage livery merah-biru era 1991-2007 usai menjalani perawatan 24 bulanan di Balai Yasa Yogyakarta. Lokomotif ini menjadi lokomotif pertama milik Depo Cipinang yang menggunakan vintage livery.

Sebelum berganti livery, lokomotif ini diujicobakan dengan KA Sri Tanjung dari Stasiun Lempuyangan ke Stasiun Purwosari pada Senin (14/9). Usai uji coba, lokomotif CC2061602 langsung memasuki workshop pengecatan Balai Yasa Yogyakarta dan menjalani proses pengecatan hingga Rabu (16/9). Selanjutnya, lokomotif CC2061602 akan menjalani pemasangan pelat nomor berbahan metal pada bagian samping kabin masinis.

Sudut lebih lebar dari lokomotif CC2061602 (Ahmad Thoyyib/IRPS Jakarta)

Lokomotif ini menjadi lokomotif kedua yang mengusung konsep livery klasik pada sarana pekeretaapian modern setelah lokomotif CC2039501 milik Depo Yogyakarta. Selain itu, lokomotif CC2061602 juga menjadi lokomotif CC206 paling pertama dari jumlah sementara empat lokomotif pertama yang akan mengenakan livery spesial. Tiga lokomotif lainnya adalah CC2061361 milik Depo Yogyakarta dan CC2061376 milik Depo Cipinang dengan livery The Nusantara Explorer, serta CC2061325 milik Depo Sidotopo yang akan mengenakan vintage livery krem-hijau era 1953-1991 dengan pola seperti lokomotif CC200 as built.

Belum diketahui kapan lokomotif CC2061602 akan beroperasi kembali melayani kereta api reguler. Saat tulisan ini terbit, lokomotif tersebut masih berada di dalam Balai Yasa Yogyakarta untuk proses finishing, yang di antaranya akan meliputi penggantian pelat nomor dari bahan akrilik menjadi metal. (IRPS/MPF)