Bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional, Komunitas Indonesian Railway Preservation Society (IRPS) Bandung bekerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 2 Bandung menyelenggarakan talkshow bertajuk “Ruang Publik Aman untuk Semua, Bersama Cegah Pelecehan Seksual”. Kegiatan ini berlangsung di Area Parkir Selatan Stasiun Bandung pada Kamis, 23 Juli 2026. Acara tersebut digelar sebagai wujud kepedulian bersama terhadap pentingnya menciptakan lingkungan transportasi publik yang aman, khususnya bagi perempuan dan anak-anak.
Talkshow menghadirkan empat narasumber yang kompeten di bidangnya. Mereka adalah Hendra Wahyono, Executive Vice President KAI Daop 2 Bandung; Dr. Antik Bintari, S.IP., M.T., Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik sekaligus anggota Tim Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) Universitas Padjadjaran; Iptu Cecep, S.H., Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Bandung; serta Tantra Madhyastha Pradhana, anggota IRPS Bandung. Selain itu, hadir pula perwakilan komunitas pecinta kereta api lainnya, antara lain Railfans Cimahi, Sahabat Kereta Api, dan Garut Railfans, yang turut mendukung kegiatan edukasi ini.
Executive Vice President KAI Daop 2 Bandung, Hendra Wahyono, menekankan bahwa upaya edukasi harus terus digencarkan mengingat kasus pelecehan seksual di lingkungan kereta api masih terjadi. Berdasarkan data KAI Daop 2 Bandung, sepanjang tahun 2025 tercatat 14 kasus pelecehan seksual pada layanan kereta lokal. Hingga pertengahan 2026, sudah terjadi sembilan kasus serupa. Untuk mengatasinya, KAI telah memperkuat langkah pencegahan melalui peningkatan pengamanan, pemasangan kamera pengawas (CCTV), serta penyediaan pendampingan bagi korban jika terjadi tindak kekerasan seksual.
Kolaborasi antara komunitas, PT KAI, akademisi, dan kepolisian diharapkan dapat menjadi kegiatan berkelanjutan. Melalui sinergi ini, diharapkan tercipta sistem transportasi publik yang lebih aman dan bebas dari ancaman pelecehan seksual, sehingga seluruh penumpang, terutama perempuan dan anak-anak, merasa terlindungi saat menggunakan layanan kereta api. (Tim IRPS Bandung)


