Lokomotif CC2018915 milik Depo Sidotopo telah usai menjalani perawatan 72 bulanan di Balai Yasa Yogyakarta. Ini merupakan perawatan pertama lokomotif CC2018915 di Balai Yasa Yogyakarta, karena lokomotif ini baru dipindahalokasikan dari Sumatera Selatan ke Jawa pada akhir 2024 lalu. Lokomotif ini tetap mempertahankan livery merah-biru usai perawatan sebagaimana lokomotif CC2018912, tak seperti lokomotif CC2018917 yang menjadi putih.
Pada saat perawatan, lokomotif CC2018915 menjalani modifikasi yang meliputi pembongkaran soket multiple unit, pemasangan lampu kabut pada ujung pendek dan ujung panjang lokomotif, serta pemasangan pelat nomor lokomotif pada bagian ujung panjang. Selain itu, bingkai kaca depan lokomotif juga diganti dari bahan karet menjadi bahan besi. Seperti lokomotif CC2018912, livery lokomotif CC2018915 juga menggunakan tone warna yang lebih mendekati era PERUMKA, dengan warna merah dan biru yang lebih cerah dari tone yang digunakan Balai Yasa Lahat.
Namun, prosesi uji coba yang dilakukan pada lokomotif ini tak seperti uji coba biasanya. Umumnya, lokomotif yang menjalani perawatan di Balai Yasa Yogyakarta akan melakukan uji beban di lintas. Uji beban ini dilakukan dengan menggandengkan lokomotif secara traksi ganda pada KA Sri Tanjung atau Bengawan dari Lempuyangan hingga Purwosari dan kembali ke Lempuyangan berjalan sendiri. Namun, lokomotif CC2018915 hanya diuji di jalur uji Balai Yasa Yogyakarta saja.
Usai melaksanakan uji coba di jalur uji Balai Yasa Yogyakarta, lokomotif CC2018915 langsung menjalani pengecatan ulang dan kemudian keluar dari balai yasa. Prosesi yang lebih singkat ini umumnya dilakukan ketika lokomotif yang menjalani perawatan di Balai Yasa Yogyakarta mengalami kerusakan pada main generator dan tidak dapat diperbaiki secara keseluruhan. Sehingga lokomotif CC2018915 kemungkinan belum akan melayani KA lokal ataupun jarak jauh, dan akan kembali menjadi lokomotif langsir saja.
Lokomotif CC2018915 saat ini sudah dapat ditemui di Stasiun Lempuyangan sebagai lokomotif langsir. Belum ada informasi mengenai kapan lokomotif ini akan kembali ke Daop 8 Surabaya. (IRPS/MPF)

