0819-0808-0450 humas@irps.or.id
irps bandung bersih masjid

IRPS Bandung melakukan aksi bersih-bersih Masjid Al-Hikmah, Garut, pada Minggu, 28 Juni 2026 (Dok. IRPS Bandung)

Minggu, 28 Juni 2026, Indonesian Railway Preservation Society (IRPS) Wilayah Bandung menggelar aksi sosial bersih-bersih Masjid Al Hikmah, Kampung Cicadas RT 01 RW 01, Desa Tambaksari, Kecamatan Leuwigoong, Kabupaten Garut.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan kegiatan sosial komunitas dari CSR PT Kereta Api Indonesia (Persero),” kata Asep Suherman, Sekretaris Jenderal IRPS Pusat. Aksi ini melibatkan anggota IRPS Bandung, Garut Railfans, konten kreator kereta api Garut, serta masyarakat sekitar. Bersama-sama mereka membersihkan area masjid.

Suasana bersih-bersih Masjid Al-Hikmah oleh IRPS Bandung (Dok. IRPS Bandung)

Setelah bersih-bersih masjid, perwakilan IRPS Bandung menyerahkan bantuan berupa Al-Qur’an, mukena, kain sarung, serta perlengkapan kebersihan yang diharapkan dapat dimanfaatkan dalam aktivitas ibadah sehari-hari. Perlengkapan ibadah diserahkan langsung oleh Asep Suherman kepada Ketua DKM Masjid Al Hikmah, Cece Komarudin. Sementara bantuan alat kebersihan diserahkan oleh Sekretaris Wilayah IRPS Bandung, Visca Indriana Herawati, kepada pengurus masjid.

Bagi para railfans, Masjid Al Hikmah memiliki makna tersendiri. Bangunannya berdiri di sisi jalur kereta api dengan panorama pegunungan yang kerap menjadi lokasi favorit berburu foto, merekam video, hingga siaran langsung di media sosial. “Masjid ini dipilih karena masjid ini berada di samping rel kereta api dengan pemandangan yang indah, dan sering dijadikan tempat hunting foto, video dan live medsos,” ujar Visca.

Penyerahan bantuan alat sholat kepada Ketua DKM Masjid Al-Hikmah oleh Asep Suherman, Sekretaris Jenderal IRPS (Dok. IRPS Bandung)

Penyerahan bantuan alat kebersihan kepada pengurus masjid oleh Viscra Indriana Herawati, Sekretaris IRPS Bandung (Dok. IRPS Bandung)

Kebersamaan tak berhenti setelah kegiatan sosial usai. Seluruh peserta kemudian menikmati makan siang sederhana dengan menu khas pedesaan berupa nasi hangat, ikan asin, dan jengkol. Dari Botram yang penuh canda, mereka kembali menyusuri jalur kereta di kawasan Garut untuk mengabadikan perjalanan kereta berlatar hamparan sawah dan pegunungan.

Bagi komunitas ini, kereta api bukan hanya objek fotografi. Perjalanan menuju rel juga menjadi jalan untuk menebar kepedulian kepada masyarakat yang hidup berdampingan dengan jalur kereta. “Harapan kami kegiatan ini dapat menjadi sarana kepedulian dan kolaborasi antara PT. KAI dan komunitas,” pungkas Visca. (Teks asli tayang di BandungOke.com, oleh Denny Suryadharma/IRPS Bandung)