
Lokomotif CC2061322 milik Depo Purwokerto memimpin rangkaian uji coba kereta wisata Heritage Class, dengan kereta-kereta mewah lainnya tergandeng pada rangkaian, melintas langsung Stasiun Cirebon Prujakan (Faiq Fadhlul Aziz Iriawan/IRPS Cirebon)
Usai menjalani uji coba ke Cianjur pada awal Desember 2025 dan menjadi salah satu kereta yang tampil dalam Railfans Community Gathering pada Januari 2026 lalu, kereta Heritage Class kembali menyapa lintas dalam uji coba dari Jatinegara ke Yogyakarta. Kali ini, kereta Heritage Class tidak sendiri, tapi tergandeng dalam satu rangkaian berisi kereta-kereta mewah lainnya.
Menurut informasi, kereta Heritage Class menjalani uji coba untuk mengukur performansi dan ride index kereta saat beroperasi jarak jauh. Namun, rangkaian uji coba yang terdiri dari kereta-kereta mewah lainnya memang terasa tak biasa untuk sebuah uji coba.
Susunan Rangkaian Uji Coba Kereta Heritage Class ke Yogyakarta
Rangkaian kereta-kereta mewah nan spesial ini terdiri dari 9 kereta. Mulai dari belakang lokomotif, rangkaian kereta terdiri dari kereta pembangkit, kereta eksekutif stainless steel generasi pertama, kereta wisata Toraja, kereta makan fine dining Retro, kereta wisata Jawa, kereta wisata Sumatera, kereta Panoramic, dan kereta Heritage Class.
Kereta pembangkit P 0 01 01 milik Depo Yogyakarta yang tergandeng pada rangkaian ini juga mengenakan livery yang unik. Alih-alih mengenakan livery standar, kereta P 0 01 01 mengenakan livery hijau gelap polos. Belum diketahui secara pasti apakan livery kereta P 0 01 01 ini sudah selesai atau belum, atau nantinya akan disamakan dengan kereta Heritage Class.
Masih belum ada informasi mengenai apakah kereta Heritage Class hanya akan menjalani uji coba, atau akan beroperasi untuk kereta luar biasa (KLB) tertentu sebelum kembali ke Jakarta. Namun, di saat yang sama, Daop 6 Yogyakarta mengujicobakan lokomotif CC2061305 milik Depo Cirebon dan CC2061306 milik Depo Semarang Poncol. Uji coba kedua lokomotif ini dilakukan dengan menggandeng kedua lokomotif menggunakan kabel multiple unit yang terpasang, dengan rute dari Stasiun Yogyakarta ke Stasiun Klaten (PP). Belum ada informasi apakah uji coba tersebut terkait dengan uji coba kereta Heritage Class atau tidak.
Profil Kereta Heritage Class dan Kereta Mewah Lainnya pada Rangkaian Uji Coba ke Yogyakarta

Rangkaian uji coba kereta Heritage Class melintas di dekat Jembatan Sungai Progo, Yogyakarta (Anasruloh/IRPS Yogyakarta)
Kereta Heritage Class adalah rehabilitasi dari kereta Djoko Kendil yang rencananya akan digunakan sebagai KA Wisata Jaka Lalana relasi Gambir-Cianjur (PP). Kedua kereta Heritage Class merupakan eks kereta tidur seri 9000 buatan pabrikan Koninklijke Fabriek van Rijtuigen en Spoorwagens J.J. Beijnes, Belanda, pada tahun 1938. Kereta ini merupakan peninggalan Staatsspoorwegen (SS) yang dahulu beroperasi pada layanan Java Nacht Express dengan nomor seri SAGL-9000.
Kereta-kereta wisata lainnya pada rangkaian uji coba juga merupakan hasil konversi yang dilakukan oleh balai yasa milik KAI. Kereta wisata Toraja adalah modifikasi dari kereta tidur kelas 1 KA Bima. Kereta makan fine dining Retro, kereta wisata Jawa, dan kereta wisata Sumatera adalah modifikasi dari kereta penumpang kelas bisnis. Sementara kereta Panoramic adalah modifikasi dari kereta penumpang kelas eksekutif. (IRPS/MPF)

