0819-0808-0450 humas@irps.or.id
lokomotif cc2061325

Lokomotif CC2061325 di Balai Yasa Yogyakarta (Henry Dwi Wicaksono/IRPS Jakarta)

Melanjutkan penerapan vintage livery pada lokomotif CC206, lokomotif CC2061325 milik Depo Sidotopo kini mengenakan vintage livery krem-hijau era 1953-1991 usai menjalani perawatan akhir di Balai Yasa Yogyakarta. Lokomotif ini menjadi lokomotif CC206 kedua yang mengenakan vintage livery setelah lokomotif CC2061602 milik Depo Cipinang.

Sebelum berganti livery, lokomotif ini diujicobakan dengan KA Sri Tanjung dari Stasiun Lempuyangan ke Stasiun Purwosari pada Sabtu (19/9). Usai uji coba, lokomotif CC2061325 langsung memasuki workshop pengecatan Balai Yasa Yogyakarta dan menjalani proses pengecatan hingga Senin (21/9). Selanjutnya, lokomotif CC2061325 menjalani pemasangan pelat nomor berbahan metal dan pelat Wahana Daya Pertiwi pada bagian samping kabin masinis, Selasa (22/9).

Desain livery yang lokomotif ini gunakan merupakan desain yang sama dengan yang diterapkan pada lokomotif CC200 dalam keadaan as delivered di tahun 1953. Logo roda sayap pada bagian muka lokomotif dibuat memanjang ke samping, dengan penerapan nomor pada bagian muka lokomotif. Lokomotif CC200 dan CC206 sendiri memiliki tautan sejarah: Sama-sama buatan General Electric di Amerika Serikat, sama-sama berkabin ganda, dan tahun debutnya terpaut tepat 60 tahun antara 1953 dan 2013.

Lokomotif CC2019201 dan lokomotif CC2061325 (Anasruloh/IRPS Yogyakarta)

Lokomotif ini menjadi lokomotif ketiga yang mengusung konsep livery klasik pada sarana pekeretaapian modern, yang diawali oleh lokomotif CC2039501 milik Depo Yogyakarta. Selain itu, lokomotif CC2061325 juga menjadi lokomotif CC206 kedua dari jumlah sementara empat lokomotif pertama yang telah mengenakan livery spesial. Selain lokomotif CC2061325 dan CC2061602, terdapat lokomotif CC2061361 dan CC2061376 dengan livery The Nusantara Explorer.

Belum diketahui kapan lokomotif CC2061602 akan beroperasi kembali melayani kereta api reguler. Saat tulisan ini terbit, lokomotif tersebut masih berada di dalam Balai Yasa Yogyakarta dan digunakan untuk sebuah event yang dihadiri oleh tim IRPS Yogyakarta. (IRPS/MPF)