
Rangkaian KLB Napak Tilas Semarang-Kedungjati berhenti di Stasiun Tanggung (Irvan Alaidrus Ilyas/IRPS Jakarta)
PT Kereta Api Indonesia (Persero) menggelar acara napak tilas jalur KA pertama di Indonesia dalam rangka peringatan 159 tahun perkeretaapian nasional dan HUT ke-81 KAI. Acara napak tilas megah ini berlangsung pada Jumat (25/9) dan mengundang pecinta kereta api, tak terkecuali IRPS, menaiki rangkaian kereta luar biasa (KLB) dari Stasiun Semarang Tawang ke Stasiun Kedungjati pulang-pergi.
Napak tilas ini merupakan bagian dari rangkaian acara HUT ke-81 KAI yang juga termasuk di antaranya pameran foto dan miniatur KA di Museum Lawang Sewu, Semarang. Dalam napak tilas ini, seluruh peserta mengenakan pakaian adat Jawa Tengah, pakaian bertema perjuangan, maupun seragam KAI lawas. Turut hadir dalam acara ini Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin, Direktur Pengelolaan Sarana KAI Heru Kuswanto, EVP KAI Daop 4 Semarang Mohamad Arie Fathurrochman, serta jajaran KAI lainnya.
Rangkaian KLB Napak Tilas Semarang Tawang-Kedungjati
Rangkaian KLB yang digunakan dalam acara ini terdiri dari lokomotif dan kereta-kereta spesial. Lokomotifnya adalah CC2061325 milik Depo Sidotopo, yang baru saja menjelma menjadi lokomotif vintage livery era 1953-1991 dengan desain livery lokomotif CC200 as delivered. Kereta eksekutif, kereta makan, dan kereta pembangkitnya mengenakan vintage livery kereta ABL-9000. Selain itu, kereta Panoramic, kereta Retro Dining on Train, dan kereta Heritage Class Jaka Lalana juga turut serta.
Dalam perjalanan ke Kedungjati, KLB berhenti di Stasiun Tanggung untuk penandatanganan prasasti oleh Direktur Utama KAI. Acara dipusatkan di Stasiun Kedungjati yang memiliki ukuran lebih besar dan memungkinkan untuk penyediaan panggung acara. Di sana, KAI juga menggelar aksi teatrikal dan lomba fashion show.

Rangkaian KLB Napak Tilas Semarang Tawang-Kedungjati di Stasiun Kedungjati (Ahmad Thoyyib/IRPS Jakarta)
Stasiun Kedungjati sendiri sejatinya merupakan akhir dari pembangunan jalur KA pertama oleh Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) yang dimulai di tahun 1864. Namun karena longsoran pada tubuh jalur KA antara Tanggung-Kedungjati, maka ruas tersebut tak dapat dioperasikan tepat waktu. Sehingga layanan KA pertama hanya dibuka antara Semarang-Tanggung pada 10 Agustus 1867, dan ruas Tanggung-Kedungjati menyusul pada 19 Juli 1868 usai diperbaiki. (IRPS/MPF)
