
Perusahaan trem uap pertama di pulau Jawa, Samarang-Joana Stoomtram-Maatschappij (SJS) atau secara harfiah berarti Perusahaan Trem Uap Semarang-Juwana berdiri pada 1881.
SJS merupakan satu dari empat zustermaatschappijen atau perusahaan bersaudara dari Oost Java Stoomtram Maatschappij (OJS), Serajoe Dal Stoomtrammaatschappij (SDS), dan Semarang-Cheribon Stoomtrammaatschappij (SCS).
SJS tidak hanya membuka jalur antara Semarang-Juwana dan dalam kota Semarang saja, tetapi juga daerah-daerah sekitarnya.
Salah satu jalur yang dibuka ialah Mayong-Pecangaan pada 5 mei 1895.
Jalur yang memiliki panjang lintasan 10,3 kilometer itu merupakan satu bagian dari jalur trayek Kudus-Mayong-Pecangaan.
Tokoh bangsa Raden Ajeng Kartini merupakan salah satu saksi adanya trem di daerah Mayong yang sekarang menjadi kecamatan dari Jepara, kota kelahirannya.
Dalam tulisan Kartini – yang kemudian ditulis lagi oleh Rudolf Mrazek di buku Engineers of Happy Land – diceritakan ia harus menempuh perjalanan jauh nan berat menuju Mayong demi numpak trem uap ke Juwana atau Semarang.
“Kami naik trem pertama pagi itu … jauh sebelum stasiun trem Pemalang muncul, sewaktu kami meluncur, kami memandang keluar mencari kekasih kami,” tulis Kartini.