PT Kereta Api Indonesia (Persero) meluncurkan kereta api (KA) Sangkuriang. KA baru ini menghubungkan Bandung dan Banyuwangi lewat Yogyakarta dan Surabaya. KA Sangkuriang beroperasi mulai Jumat, 1 Mei 2026 yang lalu, melayani perjalanan sore hari dari kedua arah dan tiba di tujuan pada pagi hari.
Dalam pengoperasiannya, KA Sangkuriang membawa 5 kereta eksekutif, 3 kereta premium, 1 kereta Compartment Suites, 1 kereta makan, dan 1 kereta pembangkit. Selain kereta Compartment Suites, seluruh kereta yang digunakan oleh KA Sangkuriang adalah kereta stainless steel generasi pertama yang beroperasi mulai tahun 2018 dan 2019.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin memberikan santunan kepada anak-anak panti asuhan dalam peluncuran perdana KA Sangkuriang (Widy Yulistyawati Arini/IRPS Bandung)
Pada pengoperasian perdananya, KA Sangkuriang menggunakan kereta premium yang dipinjam dari Depo Purwokerto dan kereta Compartment Suites yang dipinjam dari Depo Surabaya Pasar Turi. Sementara itu, kereta eksekutif, kereta makan, dan kereta pembangkit menggunakan kereta milik Depo Bandung.
KA Sangkuriang dari Stasiun Bandung setiap harinya berangkat pada pukul 14.45 WIB dan tiba di Stasiun Ketapang, Banyuwangi pada pukul 6.52 WIB keesokan harinya dengan nomor perjalanan 7044 (Bandung-Surabaya Gubeng) dan 7045 (Surabaya Gubeng-Ketapang). Sementara itu, keberangkatan dari Stasiun Ketapang tujuan Stasiun Bandung pada pukul 15.00 WIB dan tiba pada pukul 8.30 WIB keesokan harinya. Setiap perjalanan KA Sangkuriang menggunakan lokomotif CC206.

Jadwal dan pemberhentian KA Sangkuriang (Instagram @kai121_)
Meluncurnya KA ini juga merupakan dampak positif dari penggantian sarana menjadi kereta Stainless Steel New Generation (SS NG) pada kereta-kereta yang awalnya menggunakan kereta stainless steel generasi pertama. Pada periode 2024 hingga 2025, tiga KA asuhan Bandung yaitu Argo Wilis, Turangga, dan Lodaya menjadi KA-KA yang sarananya diganti dari stainless steel generasi pertama menjadi SS NG. Selain Sementara itu, kebutuhan lokomotif untuk KA ini tersedia lewat pemindahan 19 lokomotif CC206 dari Sumatra Selatan ke Jawa, di mana 5 di antaranya kini menjadi asuhan Depo Bandung. (IRPS/MPF)
