0819-0808-0450 humas@irps.or.id

Masyarakat kampung Temenggungan RT 10 RW 3 Kelurahan Panjang, Ambarawa yang tinggal di dekat Stasiun Kereta Api Willem I Ambarawa dikejutkan dengan adanya penemuan lorong rahasia (bunker) di areal gudang Museum Kereta Api Ambarawa. Beberapa hari lalu, tepatnya Rabu 15 Oktober 2014, masyarakat Ambarawa juga dikejutkan dengan adanya penemuan tiga mortir buatan Belgia yang masih aktif yang terpendam di areal Stasiun Kereta Api Willem I Ambarawa.

Berita tersebut menarik perhatian beberapa kalangan, terutama juga bagi IRPS SM untuk melihat sendiri kebenarannya. Dan pada tanggal 28 Oktober 2014 tim IRPS SM yang terdiri dari Slamet, Wisnu, Sayful, dan Agung bergerak meluncur ke Ambarawa untuk membuktikan penemuan tersebut.

Ditemani oleh Aditya Hatmawan dari Heritage PT. KAI (persero) yang juga anggota IRPS Jakarta, tim menuju lokasi bunker yang dimaksud. Bunker berada di bawah tanah di dalam (bekas) gudang stasiun Ambarawa. Letaknya sekitar 100-200 m arah barat stasiun Ambarawa.

Ukuran bunker sekitar 10 x 20 meter, dengan kedalaman yang sudah digali sekitar 3-5 meter. Pada keempat sisi dindingnya terdapat pintu / lorong rahasia sebanyak 10 buah (bukan 6 buah yang selama ini diberitakan media), dengan rincian 4 buah di sisi utara, 4 buah di sisi selatan, 1 buah di sisi timur, dan 1 buah di sisi barat.

Sejauh ini belum diketahui untuk apa bunker ini dahulu dibuat, namun yang pasti saat ini bunker itu dimanfaatkan warga sekitar untuk membuang sampah. Semoga PT. KAI (persero) dapat memecahkan misteri ini dan semoga bunker ini bisa dirawat dan dilestarikan agar tidak disalahgunakan fungsi dan keberadaannya. (wisnu/irps.sm)