Jalur Plabuan terkenal dengan keindahan dan keunikannya karena terletak di pinggir pantai. Karena berada di pinggir pantai tersebut, jalur Plabuan memiliki karakteristik berkelok-kelok mengikuti garis pantai. Namun dengan realisasi pembangunan rel ganda dan obsesi PT.KAI untuk meringkas jalur Plabuan agar kereta yang melewati jalur ini dapat mencapai kecepatan maksimal yang diharapkan, membuat ada sebagian jalur terbuang / terpotong.
Dan jalur yang terpotong tersebut menjadi non aktif, sementara PT.KAI melepas rel – rel di jalur non aktif tersebut untuk digunakan di jalur daerah lain.
Dengan latar belakang tersebut, tim IRPS SM yang terdiri dari Slamet Wahyudi, Wisnu, dan Wahid melakukan Observasi Jalur Lama Plabuan. Observasi dibagi menjadi dua waktu, yang pertama tanggal 31 Maret 2014 dan yang kedua tanggal 14 September 2014.
Teknis observasi dilakukan dengan berjalan kaki menyusuri jalur rel kereta api dari titik awal stasiun Plabuan. Ada dua sisi jalur yang disusuri yaitu kearah Barat stasiun dengan jarak 3,8 km, dan ke arah Timur stasiun dengan jarak 5,2 km. Jadi tim melakukan observasi sejauh 9 km atau 18 km pergi pulang.
Jalur lama ke arah Barat stasiun dengan memakai rel R54 memiliki 3 potongan, yaitu Potongan 1 terletak di tengah jalur ganda baru berada di km 54+400 – km 54+700. Potongan 2 terletak di Utara jalur baru berada di km 54+900 – km 55+500. Sedangkan Potongan 3 terletak di Utara jalur baru juga, berada di km 55+800 – km 57+800. Di jalur ini terdapat 1 jembatan sungai, 5 jembatan saluran air dan 1 viaduct.
Jalur lama kearah Timur stasiun memiliki 7 potongan. Yaitu :
Potongan 1 berada di km 53+400 – km 52+900 terletak di Utara jalur baru.
Potongan 2 berada di km 52+750 – km 51+850 terletak di Utara jalur baru.
Potongan 3 berada di km km 51+800 – km 51+700 terletak di selatan jalur baru.
Potongan 4 berada di km 51+700 – km 51+000 terletak di Utara jalur baru.
Potongan 5 berada di km 50+900 – km 49+950 terletak di Utara jalur baru.
Potongan 6 berada di km 49+800 – km 49+520 terletak di Utara jalur baru.
Dan Potongan 7 berada di km 49+500 – km 48+800 terletak di Selatan jalur baru.
Di jalur lama kearah Timur stasiun terdapat 1 jembatan rangka baja, bekas sinyal muka, jembatan saluran air 3, bekas sumur, dan bekas pos penjagaan.
Tujuan dari observasi ini adalah melihat kondisi jalur, mendata aset-aset yang ada, dan juga mendokumentasikannya, karena jalur ini dikhawatirkan akan terbengkalai karena peristiwa alam seperti tumbuh semak belukar, tertimbun longsor tanah urugan, serta peristiwa-peristiwa lain yang tak terduga.
Semoga PT. KAI tetap dapat menjaga jalur ini di waktu kedepan. (wisnu/irps.sm)
















