Kegiatan railfaning tidak selalu berhubungan dengan hunting foto, joyride, dan blusukan. Namun bisa juga melakukan kegiatan yang cukup unik dan bermanfaat. Salah satunya adalah kegiatan bersih-bersih sarana dan prasarana kereta api. Kegiatan yang kedua kalinya ini di gagas oleh IRPS Jakarta dengan mengandeng Semboyan35.com dengan tajuk “Cuci Lokomotif Berjama’ah”. Acara yang di gelar pada 13 April 2013 ini bertempat di Dipo Traksi Lokomotif Jatinegara berlangsung meriah karena terdiri dari berbagai komunitas penggemar kereta api di Jakarta.
Sejak pukul 08.00 WIB para peserta sudah berkumpul di dalam dipo Jatinegara. Sebelumnya peserta berkumpul di ruang belajar untuk diberikan intruksi dan taklimat soal kegiatan beserta petunjuk keselamatan kerja. Masing masing peserta di beri pin khusus guna mengidentifikasi setiap peserta. Selain itu peserta juga di bekali dengan berbagai “senjata” seperti ember, spons, sikat, deterjen dan berbagai alat kebersihan. Jumlah peserta sebanyak 40 orang di bagi dalam 4 kelompok kecil yang telah diberi tugas. Menurut koordinator acara Adhitya Hatmawan dari IRPS Jakarta “acara kali ini gak cuma nyuci loko tetapi juga nyuci turntable” katanya.
Setelah para peserta berganti pakaian lalu mereka berbondong-bondong segera beraksi sesuai dengan tugas dan kelompok yang telah ditentukan. Yang paling menarik adalah membersihkan turntable (meja putar lokomotif) dipo Jatinegara. Ada sekitar 15 orang yang kelihatan bersemangat mengosok dan menyemprot turntable buatan belanda tahun 1913 tersebut. Hatmawan menambahkan “sebenarnya kegiatan membersihkan turntable ini bertepatan dengan 100 tahun umur turntable di dipo Jatinegara” .
Untuk kelompok yang membersihkan Lokomotif juga tidak kalah semangat, mulai dari atap, samping , dalam kabin sampai ke kolong boogie pun mereka sambar dengan deterjen. Beberapa pesertapun sampai rela pakaiannya basah terkena air bilas dan malah ada yang terkena ceceran oli dari lokomotif. Tak sedikit pula peserta yang mengalami gatal-gatal ketika terkena cairan pembersih yang memang mengandung kimia, namun efek gatal-gatal tersebut hanya berlaku sementara, cukup dibasuh air bersih saja sudah hilang.
Setelah makan siang para peserta kembali bergulat dengan air sabun dan spons diantara besi-besi rangka turntable serta lokomotif. Total ada sekitar 8 lokomotif yang berhasil di cuci oleh peserta. Setelah selesai acara penuh dengan air dan sabun selesai para peserta berkesempatan berfoto bersama dengan bapak Entang Sutisna Selaku KDT dipo Jatinegara di depan lokomotif terbaru CC 206 dan dilanjut dengan penyerahan plakat kepada pihak terkait.


