Pada tanggal 25 Juni 2011 Indonesian Railway Preservation Society (IRPS) merayakan ulang tahun yang ke-9 yang dipusatkan di Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang. Perayaan HUT ini di isi dengan cara khasnya. Cara khas yang dimaksud, sesuai dengan program organisasi mereka, yaitu pembelajaran, eksplorasi dan kecintaan terhadap perkeretaapian, Kali ini di isi dengan mencari situs-situs yang menceritakan sejarah perkeretaapian di Indonesia.
Pertama-tama rombongan IRPS yang berbaur dengan peserta dari umum mengunjungi Situs stasiun yang pertama kali dibangun pada zaman Hindia Belanda, dan diberi nama Stasiun Samarang NIS (Nederlandsch Indische Spoorweg) di daerah Spoorlan, kelurahan Ronggowarsito. Setelah itu rombongan IRPS menuju bekas Stasiun Semarang Gudang.
Setelah Ishoma, acara dilanjutkan dengan diskusi sejarah perkeretaapian Indonesia yang bertempat di Kantor Daop 4, Semarang. Kegiatan forum diskusi yang dibuka oleh Vice President (VP) Daop 4 Semarang, M. Sholeh Kosasih, diisi pembicara seorang Associate Professor dari Universitas Gajah Mada, Dr. Ika Putra serta Karyadi Baskoro, S. Si, M. Si, peneliti dari IRPS.
Dalam sambutan singkatnya, VP Daop 4 menyambut dengan baik kegiatan yang dilakukan oleh IRPS, mengingat peran serta masyarakat dalam mengembangkan dan mendukung perkeretaapian, terutama terhadap PT. KAI sangat diperlukan. “Kami sangat berterima-kasih sekali terhadap dukungan IRPS selama ini, apa jadinya perkeretaapian Indonesia jika tidak ada dukungan dari masyarakat,” ujar Sholeh.
Rangkaian kegiatan peringatan ulang tahun IRPS tahun 2011 tidak berhenti pada hari itu saja. Memang karena dasarnya pencinta KA, tak terasa lengkap jika belum naik KA Wisata Lokomotif Uap di Ambarawa. Pada hari Minggu, 26 Juni 2011 bersama komunitas pecinta KA lainnya, IRPS mengikuti perjalanan KA Wisata dengan rute Ambarawa – Jambu dan Ambarawa Tuntang.






