0819-0808-0450 humas@irps.or.id

1. Preservasi Lokomotif CC20015

Seperti kita ketahui bahwa Lokomotif CC20015 kendati sekarang sudah dapat beroperasi kembali, tetapi sering sakit-sakitan. Maka dari itu, IRPS BD pada hari Selasa 04 September 2007 yang lalu, telah melakukan kunjungan ke Dipo Cirebon untuk Identifikasi kerusakan yang dialami oleh lok CC20015. Menurut Pak Haryanto lok CC20015 ini sudah tidak mendapatkan jatah untuk perawatan dari Kantor Pusat PT KA.

Termasuk bahan bakar dan minyak pelumas. Secara teknis lokomotif CC20015 mengalami beberapa kendala antara lain ;

  • Bagian Motor Diesel
  • Cylinder Liner, no spare part : X154054
  • Cylinder Jacket, no spare part : X154055
  • Cylinder Head, no spare part : X154056
  • Bagian Pengereman (ABAR)
  • Saluran ABAR
  • Master Seal Independent

Akan tetapi kondisi TM lok CC20015 yang berjumlah 6 buah masih bagus dan masih jalan, kabel TM masih bagus juga.

Kendati biaya untuk preservasi lok ini sangat mahal, barangkali kita bisa mengupayakan kepada pihak GE Indonesia atau GE Internasional untuk membantu dalan preservasi ini. Kita dari pihak IRPS mungkin bisa membantu dalam pengecetan ulang lok ini yang kini warnanya sudah pudar.

2. Preservasi Eks Gerbong KRL di PKLG Cikudapateuh

Sebelumnya kami sempat beberapa kali survey ke dalam PKLG Cikudapateuh, untuk meneliti dan memeriksa keadaan gerbong-gerbong tersebut. Kabar terbaru, gerbong yang pernah melayani jalur KA antara Tanjungpriuk-Jatinegara ini kiat hari kian menghawatirkan. Karena besi-besi di dalam gerbong banyak dicuri. Seperti diketahui, gerbong-gerbong bekas KRL ini terdiri dari 2 gerbong masing-masing punya kabin (kabar terbaru dari Aryo bahwa gerbong-gerbong yang terbuat dari kayu bukanlah bekas gerbong KRL, Akan tetapi bekas Penumpang yang mengangkut penumpang antara Cikudapateuh-Ciwidey).

3. Preservasi Gerbong CR eks Resto Myukebra

Gerbong CR adalah barang langka pada saat ini. Termasuk meneliti, mengawasi, mendokumentasi, menginventarisir dan mencari sejarah yang kabarnya dulu sempat berdinas mengangkut para penumpang antara Bandung-Cibatu. Bertujuan untuk mempreservasi dan menyelamatkan ex gerbong ini. Sekarang gerbong ini berada di tempat parkiran motor Stasiun Bandung sebelah Utara dan kondisinya tidak terurus.

4. Preservasi Eks Kereta Ukur

Sebagai peninggalan sejarah, dimana bekas gerbong KA ukur ini dulu sangat berjasa bagi perkeretaapian kita. Kini bekas kereta ukur tersebut terbengkalai di Dipo Bandung karena dibiarkan kehujanan dan kepanasan padahal gerbong tersebut stabling di dekat Dipo KRD Patas.

5. Preservasi Pos PJL di Jalan Braga dan Jalan Ahmad Yani

Pemeriksaan dan perawatan asset Banngunan Bekas PJL di Jl. Braga dan Bangunan PJL di Jl. Ahmad Yani dekat Stasiun Cikudapateuh.

Kedua bangunan tersebut kini menjadi asset Kota Bandung. Bapak Walikota Bandung menilai kedua bangunan tersebut sangat antik karena bentuk bangunannya masih asli bercorak Eropa, makanya beliau memasukkan kedua bangunan tersebut ke dalam asset Bandung Heritage dan meminta supaya PT KA jangan merubuhkannya. Menurut beberapa sumber bekas PJL di Jl. Braga dulunya adalah sebuah Halte (Halte Jawa??). Kini bangunan tersebut terbengkalai karena dijadikan tempat maksiat. Maka dari itu Kadaop dua pernah meminta kita supaya mencat ulang bekas PJL tersebut. Yang kedua bangunan PJL di Jl. Ahmad Yani kendati dijadikan PJL akan tetapi keadannya lebih parah dari bekas PJL Jl. Braga. Oleh karena itu, IRPS BD akan berupaya membantu Daop II BD untuk mengecat kedua bangunan tersebut.

6. Preservasi Stasiun Cimahi

Stasiun Cimahi merupakan stasiun yang dibangun pada jaman Kolonial Belanda, dan hingga sekarang masih dibiarkan tetap seperti jaman ketika dibangun dulu. Berbeda dengan Stasiun Padalarang yang dibangun pada era yang sama, Stasiun Cimahi dinilai lebih authentik, nyaris tidak mengalami perubahan berarti sejak jaman pembuatannya dulu. Dengan “keantiakannya” ini, masa Stasiun Cimahi layak di preservasi, untuk mengenang kejayaan perkereta-apian Indonesia pada jaman Hindia Belanda dulu.