0819-0808-0450 humas@irps.or.id

Pada tanggal 02 April 2011 Indonesian Railway Preservation Society (IRPS) menyelenggarakan Acara Diskusi Operasi dan Sarana KA yang bertempat di Ruangan Arjuna Stasiun Jakarta Kota. Acara ini mendapat dukungan penuh dari PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi I, Jakarta.

Foto bersama seluruh peserta diskusi

Para peserta diskusi melakukan registrasi

Acara diskusi ini berlangsung lancar dan meriah, dengan kehadiran 132 undangan dari sahabat-sahabat IRPS yang merupakan insan pecinta kereta api, pecinta sejarah dan insan transportasi, seperti dari IRPS, PT KAI (Persero), GM MARKA, MASKA, KRL Mania, Majalah KA, Komunitas Edan Sepur Indonesia, member Semboyan 35, Kommuter, OOTers dan Railfan lainnya. Turut hadir pula rekan-rekan dari eks. Sekolah Tinggi Manajemen Transportasi (STMT) Trisakti, Mahasiswa/i Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Mahasiswa/i Gunadarma dan juga Bis Mania Community yang dipimpin langsung oleh ketuanya Rekan Wahyudi Irianto. Hadir pula Manager Humas PT KAI (Persero) Daop I Jakarta Bp. Mateta Rijalulhaq, Ketua Forum Perkeretaapian MTI Bp. Djoko Setijowarno, Wakil Ketua MASKA Bp. Akhmad Sujadi, Ketua DPD Ikatan Masinis Indonesia Jakarta Bp. Kusyono, Ketua KRL Mania Agus Irmansyah, Pemimpin Redaksi Majalah KA Bp. Sudjono AF, dan Sekjen Asosiasi Penumpang KA Bp. Anthony Landjar, serta beberapa rekan dari media cetak seperti Media Indonesia dan Sinar Harapan.
Acara dimulai pukul 09.30 WIB, Acara dibuka oleh rekan Addin Aristotika. Sambutan pembukaan oleh Bp. Budi Bahariawan Sofyan mewakili IRPS dan panitia serta Bp. Mateta Rijalulhaq mewakili PT KAI (Persero). Bp. Mateta, menyatakan sangat bangga dan senang tentang acara diskusi dan diharapkan bisa berlangsung secara rutin. Agar nantinya dapat menjadi jembatan antara PT KAI (Persero) dengan para pecinta KA.
Dengan dipandu oleh Bp. Anthony Landjar selaku moderator, acara diskusi dimulai. Pembicara pertama adalah Bp. Satrio Wibowo, beliau adalah Instruktur BPTP Bekasi. Beliau membawakan materi mengenai operasional perjalanan KA, meskipun materi yang disampaikan cukup berat, namun para peserta cukup antusias untuk mendengarkan apa yang disampaikan oleh “bapak guru” tersebut. Tak jarang sang guru panggilan Bp. Satrio Wibowo, memberikan sedikit jokes agar suasana tidak terlalu tegang. Inti dari materi beliau adalah profesi yang kita kerjakan sebagai masinis harus didasari dengan cinta dan tidak boleh ada sedikit rasa kecewa, karena bila rasa kecewa sudah ada di dalam diri, maka akan berbahaya untuk kedepannya. Setelah tanya jawab, acara dilanjutkan dengan pembicara kedua.

Bp. Satrio Wibowo sedang memberikan makalah

Pembicara ke-2 yakni Bp. Hartono AS. Beliau adalah Staf Utama Direktur Teknik PT KAI (Persero). Materi yang beliau sampaikan mengenai sarana yang ada di perkeretaapian. Mulai dari lokomotif, kereta dan gerbong, penomeran lokomotif, kereta dan gerbong. Pada kesempatan tersebut, Bp. Kusyono selaku ketua Ikatan Masinis Indonesia, turut memberikan materi mengenai kewajiban dan tanggung jawab seorang masinis. Beliau memaparkan bahwa menjadi seorang masinis tidaklah mudah, tidak hanya menjalankan kereta semata. Seorang masinis harus memiliki disiplin yang tinggi, masinis juga harus memiliki fisik yang prima. Seorang masinis juga harus mematuhi semboyan, rambu dan marka yang ada. Agar perjalanan sesuai dengan yang diharapkan. Pukul 13.00 WIB acara Diskusi selesai dengan ditutup foto bersama.

Bp. Hartono sedang memberikan makalah

Ki-ka : Kusyono, Satrio Wibowo, Mateta R, Aditya Dl dan Hartono AS