+6287771120080 humas@irps.or.id

Stasiun (non aktif) Lasem adalah stasiun yang berada dalam jalur kereta api Semarang-Joana Stoomtram Maatschappij (SJS) pada masa pemerintahan Hindia Belanda. Terletak di pesisir pantai utara pulau Jawa dan dahulu kota Lasem merupakan salah satu pelabuhan besar di Jawa membuat Lasem menjadi pusat perdagangan yang ramai. Oleh karena itu banyak kebudayaan yang bercampur di kota Lasem, diantaranya adalah kebudayaan Jawa, Timur Tengah, Eropa, dan yang paling kental adalah kebudayaan Tionghoa. Hal ini dibuktikan dengan masih banyak bangunan-bangunan yang bercorak Tionghoa di kota Lasem.

lasem_01

Demikian pula stasiun Lasem, dari arsitekturnya memiliki ciri khas perpaduan arsitektur Jawa, Eropa, dan Tionghoa yang jarang dimiliki stasiun-stasiun lainnya. Karena keunikan inilah membuat tim dari IRPS SM yang didampingi oleh Manager Humasda 4 Semarang Gatut Sutiyatmoko melakukan observasi dan napak tilas di stasiun Lasem pada hari Minggu 6 Maret 2016. Kondisi dari stasiun Lasem sekarang ini mangkrak dan halamannya dijadikan pangkalan truk. Anehnya untuk peron stasiun Lasem terjadi pertukaran dengan stasiun (non aktif) Purwodadi, artinya peron stasiun Lasem dipindah ke stasiun Purwodadi dan sebaliknya peron stasiun Purwodadi ini dipindahkan ke stasiun Lasem. Belum diketahui untuk alasan apa pertukaran peron kedua stasiun itu dilakukan.

lasem_02

Selain melakukan observasi di stasiun Lasem, tim IRPS SM juga melakukan napak tilas jalur non aktif di Lasem dengan mengunjungi bekas-bekas / jejak jalur kereta api, diantaranya adalah REL CINTA, JEMBATAN (WOT) GANDUL, dan PABRIK UBIN LZ.

Rel Cinta adalah sepasang rel dengan panjang kurang lebih 1 meter yang menghubungkan Lasem menuju Jatirogo. Dan rel inilah satu-satunya jejak yang masih ada dan dipertahankan, karena itulah oleh masyarakat sekitar dinamakan dengan Rel Cinta.

Sedangkan Jembatan (Wot) Gandul dalah jembatan baja kereta api di desa Mbagan yang menghubungkan jalur KA Lasem-Jatirogo. Konstruksinya masih utuh dan saat ini digunakan sebagai jalan sepeda motor oleh masyarakat sekitar. Yang unik adalah dirangka bajanya ditulis / dijadikan “prasasti” setiap kejadian-kejadian penting di desa Gandul, seperti kejadian banjir bandang, dan gerhana matahari total di tahun 1980an.

Pabrik ubin LZ sendiri adalah merupakan pabrik yang memproduksi tegel atau ubin kuno di Lasem. Termasuk diantaranya ubin dari stasiun Lasem sendiri dibuat oleh pabrik ini. Dinamakan LZ karena pabrik ini menggunakan mesin merek LZ buatan Jerman, sehingga pabrik ini dikenal dengan nama Pabrik Ubin LZ.

lasem_03

Setelah observasi dan napak tilas di Lasem, tim IRPS SM kembali ke Semarang dengan menyempatkan singgah di stasiun-stasiun non aktif jalur SJS. Diantaranya adalah stasiun Pati, Kudus, Demak, dan halte Genuk.

347 total views, 3 views today