
Lokomotif CC2019301 dengan livery merah-biru varian dua garis putih (Saluran WhatsApp Divre I Railfans)
Lokomotif CC2019301 milik Depo Lokomotif Medan baru saja selesai menjalani perawatan 48 bulanan di Balai Yasa Pulu Brayan. Lokomotif ini tetap menggunakan livery merah-biru, livery yang dikenakannya pada saat masih beroperasi di wilayah Sumatra Bagian Selatan hingga dikirim ke Sumatra Utara pada Maret 2026 lalu. Namun, lokomotif ini tampil dengan varian livery merah-biru yang berbeda dengan dua garis putih berombak, motif yang biasanya ditemukan pada livery putih dua garis biru.
Livery merah-biru dengan dua garis putih merupakan salah satu varian dari livery merah-biru yang pernah diterapkan di wilayah Sumatra Bagian Selatan di akhir 1990an hingga awal 2000an. Livery ini hanya digunakan pada lokomotif CC201 dengan kabin masinis widecab aerodinamis modifikasi Balai Yasa Lahat yang mirip dengan kabin masinis lokomotif CC203.
Dari dokumentasi lawas, hanya dua lokomotif yang pernah mengenakan varian livery ini, yaitu lokomotif CC201120R (CC2018342) dan CC201130R (CC2018349). Lokomotif CC201120R mengenakan livery ini setelah rehabilitasi dan perbaikan di Balai Yasa Lahat di akhir 1990an. Sementara, tidak ada informasi mengenai kapan mulanya lokomotif CC201130R mengenakan varian livery ini. Ironisnya, kedua lokomotif ini tak lagi beroperasi, bahkan CC201130R sudah tinggal sebuah cerita dan tak ada lagi fisiknya.

Lokomotif CC2019301 uji coba dengan KA Sri Bilah (Saluran WhatsApp Divre I Railfans)
Lokomotif CC2019301 menjadi lokomotif ketiga yang mengenakan varian livery tersebut. Sejak berpindah dari Depo Lokomotif Kertapati, Palembang ke Depo Lokomotif Medan, lokomotif ini memang belum sempat beroperasi karena langsung jatuh tempo untuk perawatan akhir. Operasional pertama lokomotif ini adalah uji coba dengan KA Sri Bilah, dan kembali ke Medan dengan KA angkutan BBM.
Lokomotif CC2019301 menambah panjang daftar lokomotif jalur utama yang mengenakan vintage livery di Indonesia. Lokomotif ini juga menjadi lokomotif CC201 kedua di Sumatra Utara yang mengenakan vintage livery setelah lokomotif CC2019206. (IRPS/MPF)