Atas undangan Kepala Stasiun Kedungjati, Indonesian Railway Preservation Society (IRPS) ikut berpartisipasi dalam kegiatan penghijauan Stasiun Kedungjati pada tanggal 23 Januari 2010. Para anggota IRPS dari Semarang, Jakarta dan Bandung yang akan ikut mengikuti kegiatan ini berangkat dari Stasiun Semarang Poncol dengan naek KRD Pandanwangi yang berangkat pukul 08.35 WIB, sedangkan rombongan anggota dari Surabaya, Yogyakarta dan Solo berangkat menggunakan mobil dan motor dari tempatnya masih-masing.
Sebelum acara penghijauan dimulai, IRPS berkesempatan untuk mengadakan diskusi dan tukar pendapat dengan Jajaran pejabat PT Kereta Api (Persero) Daerah Operasi (Daop) IV yang bertempat di suatu ruangan yang di sulap jadi ruangan pertemuan. Dalam diskusi itu, PT Kereta Api (Persero) yang diwakili oleh Kahuams Daop IV mengucapkan terima kasih atas bantuan bibit pohon yang terdiri dari 18 pohon Mangga, 4 pohon nangka, 5 pohon jambu air, 5 pohon belimbing dan 2 pohon kedondong serta bantuan IRPS dalam acara penghijauan stasiun ini.
Selain itu PT Kereta Api (Persero) memaparkan kondisi Stasiun Kedungjati saat ini dan rencana ke depannya nanti. Dalam diskusi itu ada kami menerima kabar baik tentang jalur ke Ambarawa yang sedang dan akan diperbaiki. Dalam kesempatan tersebut hadir pula bekas PPKA Stasiun Kedungjati, Beliau bernama Bp. Santoso, beliau menceritakan pengalaman dulu ketika berdinas di Kedungjati. Dipenghujung acara diskusi dan ramahtamah, IRPS menyerahkan cendramata berupa foto-foto Stasiun Kedungjati dari masa ke masa karya Mas Karyadi Baskoro.
Pukul 11.11 WIB Acara penanaman pohon dimulai, secara simbolis Pak Untung Rustadi menyerahkan bantuan bibit pohon dari IRPS yang diserahkan kepada KS Kedungjati dan sekaligus penanaman pertamapun dilakukan. Bersamaan dengan itu diserahkan pula 30 bibit pohon jati dan 10 mahoni sumbangan dari Steve Noon kepada IRPS yang diserahkan oleh Bp. Sisworo dari Perhutani Cepu. Akhirnya seluruh anggota bergotong royong menanam semua jenis pohon di sekitaran Stasiun Kedungjati terutama di lahan kosong arah ke Solo.
Kurang lebih 1 jam kemudian, acara penanaman pohon selesai dan para anggotapun hunting sejenak di dekat Kali Tuntang karena KRDI Banyubiru akan melintas menuju Semarang dari Solo. Setelah selesai hunting, para anggota kembali ke stasiun untuk makan siang dan juga untuk Sambungrasa sambil menunggu KRD Pandanwangi. Pukul 14.57 WIB Para peserta dari Semarang, Jakarta dan Bandung kembali menuju Semarang dengan naik KRD Pandanwangi, sedangkan rekan-rekan dari Surabaya, Yogya dan Solo langsung pulang dengan kendaraannya masing-masing.
saya turut bangga dengan kegiatan IRPS yang dapat secara total telah menjaga, memelihara , dan tetap mencitai kereta Api, baik stasiun maupun keretanya,
saya tinggal di Tanjung dimana di situ ada Stasiun Tanjung( daop 3 crb)
Great, my grandfather has been Kepala Stasiun in Kedungjati during the NIS days. It was there that – in 1927 – my father, then a young forrester, met my mother for the first time…………
Regards,
Derk van Bodegom
wah hebat ya , kira2 kapan ya kereta dari kedungjati ke ambarawa beroperasi , saya setuju 100% . Sebab saya udah memimpikan sejak kecil……..ini udah jaman reformasi jadi segalanya harus mudah …meskipun anggarannya besar , saya doakan pt kereta api tetap jaya selamanya……………..salut buat pegawai2nya….
i was live there during 1980-1991, almost everyday i played in stasiun kedungjati. as my father duty as kepala stasiun KEJ. Now i’ll keep my childhood memories in my life.