
Tokoh-tokoh utama di serial “Daru Si Loko Mallet” (DSLM), dengan Daru di tengah-tengah gambar. DSLM menampilkan lokomotif uap dan diesel yang aktif di Indonesia di masa lalu dengan cerita yang akurat sejarah. (Dok. Rafi Dhiyaulhaq)
Serial “Daru Si Loko Mallet” adalah salah satu serial indie lokal bertemakan kereta api yang tayang di Youtube. Serial ini cukup populer dengan penonton per episode bisa mencapai ratusan ribu. Dengan cerita yang terinspirasi dari perkeretaapian Indonesia di masa lalu, serial ini ternyata memiliki muatan sejarah yang cukup kental. Beberapa peristiwa yang digambarkan di dalam serial ini ternyata akurat sejarah.
“Daru Si Loko Mallet” atau DSLM tayang di kanal Youtube milik sang kreator, Railfans 1107. Adalah Rafi Dhiyaulhaq, kreator asal Cibadak, Sukabumi yang merupakan sosok pemilik kanal Railfans 1107 tersebut. Hebatnya lagi, Rafi baru saja lulus dari SMK dan saat ini sedang bersiap untuk melanjutkan studi ke universitas. DSLM sudah tayang di Youtube Rafi sejak 2022, ketika Rafi masih duduk di bangku SMP, dan saat ini masih tayang untuk musim pertama.
Sekilas “Daru Si Loko Mallet” dan Lokomotif CC5019

Tokoh Daru berbasis lokomotif uap CC5019, bintang film “Kereta Api Terakhir” yang pernah dicat hijau suatu saat di tahun 1970-1980an (Dok. Rafi Dhiyaulhaq)
Cerita DSLM berpusat di tokoh Daru, yang mengambil basis dari lokomotif uap CC5019. Di musim pertama DSLM yang mengambil latar tahun 1968, CC5019 adalah salah satu armada milik Depo Lokomotif Purwakarta. Sehingga cerita di DSLM berpusat di aktivitas Daru dan krunya menghela KA lokal dan KA barang di sekitar Purwakarta dan Priangan Barat.
Alasan Rafi memilih lokomotif CC5019 sebagai tokoh utama adalah karena lokomotif ini muncul di film “Kereta Api Terakhir”, sebuah film bertemakan perjuangan dengan bintang utama Gito Rollies yang tayang tahun 1981. Serial DSLM sendiri secara keseluruhan terinspirasi dari serial anak-anak Thomas & Friends karya Britt Allcroft yang berbasis dari buku The Railway Series karangan Wilbert dan Christopher Awdry.
Lokomotif CC5019 sendiri merupakan lokomotif yang memiliki cukup banyak cerita. Di satu periode antara tahun 1970-1980an, lokomotif ini pernah dicat warna hijau mirip seperti lokomotif-lokomotif uap di Eropa. Warna hijau lokomotif ini konon mirip dengan lokomotif uap Prussian di Jerman maupun beberapa lokomotif uap di Inggris. Namun penggunaan warna hijau ini tak bertahan lama karena lokomotif uap CC5019 kembali menggunakan warna hitam sampai akhirnya pensiun.
Dibuat Menggunakan Permainan Komputer

“Daru Si Loko Mallet” dibuat menggunakan permainan simulator kereta api Trainz (Dok. Rafi Dhiyaulhaq)
Pada awal-awal perilisannya, DSLM dibuat menggunakan permainan simulator kereta api Trainz Simulator 2009. DSLM terus diproduksi menggunakan Trainz, namun dengan versi yang lebih baru yaitu Trainz: A New Era. Konten-konten yang digunakan Rafi dalam memproduksi DSLM ada yang merupakan buatan sendiri dan juga buatan kreator lain. Menurut Rafi, pembuatan DSLM menggunakan Trainz adalah karena kemudahan karena tinggal merekam adegannya saja. Ada banyak juga kreator lain yang membuat serial serupa di Youtube.
Rafi juga telah menuliskan garis besar produksi DSLM. Rencananya, DSLM akan hadir dalam 5 musim, dan penonton akan diajak menyaksikan perjalanan Daru dari tahun 1968 hingga 1980an, termasuk nantinya akan ada episode di mana Daru pergi ke Balai Yasa Madiun untuk perawatan dan menjadi bintang di film “Kereta Api Terakhir” di Purwokerto. Daru juga kelak akan berpindah dari Depo Purwakarta ke Depo Cibatu usai semakin banyaknya lokomotif diesel seperti BB304 dan CC201 dan juga KRD yang beroperasi di Priangan Barat, sebelum akhirnya pensiun di akhir musim kelima yang akan mengambil tema akhir traksi uap perkeretaapian Indonesia.
Setiap karakter di DSLM memiliki pengisi suara laki-laki maupun perempuan, dan terdiri dari lokomotif uap dan diesel yang aktif di tahun 1968 seperti lokomotif uap B13, C11, D14, D52, CC10, dan CC50 serta lokomotif diesel BB301 dan CC200 yang sering muncul di Purwakarta. Rafi mengisi suara beberapa karakter, sementara karakter lain yang suaranya diisi oleh pecinta kereta api lain atau anggota keluarganya.
Rafi juga berkolaborasi dengan serial lain. Nantinya, tokoh di dalam cerita DSLM akan semakin bertambah. Misalnya tokoh yang berbasis lokomotif uap DD5109 dan DD5110 milik Depo Purwakarta, kereta ukur dinamometer yang berbasis di Bandung, serta lokomotif BB304 dan CC201 yang akan muncul di musim-musim berikutnya.
Ceritanya Sesuai Sejarah
Menariknya, beberapa adegan di serial DSLM ini sesuai dengan sejarah. Sumber sejarah ini Rafi ambil dari media sosial, verbal, maupun situs-situs milik pecinta kereta api Eropa yang datang ke Indonesia di masa itu. Seperti misalnya adegan tabrakan KA di Ciganea, menurut Rafi terinspirasi dari kejadian serupa di Jawa Timur tahun 1963. Kemudian, kejadian meledaknya boiler lokomotif CC5002 di Stasiun Bendul (kini Sukatani) juga digambarkan dalam serial ini. Serial DSLM juga menampilkan eks jalur cabang dari Stasiun Purwakarta ke Waduk Jatiluhur yang masih dapat dilihat di tahun 1968.
DSLM juga menampilkan mutasi lokomotif D14 dari Cianjur ke Purwakarta pada episode-episode terbarunya. Dalam serial tersebut, lokomotif D1402 yang biasanya menghela KA antara Bogor-Sukabumi-Bandung dimutasi ke Purwakarta. Namun di Purwakarta, lokomotif D1402 hanya ditugaskan sebagai pelangsir, turun kelas dari penghela KA jarak menengah. Pun begitu nantinya cerita kedatangan lokomotif BB304, CC201, dan pindahnya Daru ke Cibatu juga sesuai dengan sejarah.
Bagi Sobat Preservasi yang ingin menonton “Daru Si Loko Mallet”, episode terbarunya baru tayang 10 Juli 2026 di kanal Youtube Railfans 1107. DSLM mungkin tak akan sering rilis karena kesibukan sang kreator, di mana Rafi mengatakan bahwa kesibukan pribadinya saat sekolah memang menjadi kendala utama dalam produksi DSLM. Selamat menonton! (IRPS/MPF)
