0819-0808-0450 humas@irps.or.id
sosialisasi pelecehan pasar senen

IRPS dan KAI Daop 1 Jakarta merayakan Hari Kartini dengan menggelar talkshow sosialisasi anti pelecehan seksual di Stasiun Pasar Senen (Sandi Prasetiyo/IRPS Jakarta)

Indonesian Railway Preservation Society (IRPS) berkolaborasi dengan KAI Daop 1 Jakarta mengkampanyekan anti pelecehan dan kekerasan seksual lewat sebuah talkshow dan sosialisasi bertema “Saatnya Kartini Masa Kini Berani Bersuara Melawan Kekerasan dan Pelecehan Seksual”. Acara ini berlangsung di Stasiun Pasar Senen, Selasa (21/4).

Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, yaitu Psikolog Diah Nurayu Kusumawardani, M.Psi., AKP Ari Santoso, SH. selaku Kepala Unit 2 PPA dan PPO Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat, Meinita Fitriana Sari dari Satuan Pelaksana Dinas Pusat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Jakarta Pusat, serta Vice President Corporate Communication KAI Erni Sylviane Purba.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen KAI dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menciptakan ruang publik yang aman dan nyaman, khususnya di lingkungan transportasi.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengedukasi masyarakat bahwa pelecehan seksual merupakan tindakan yang tidak dapat ditoleransi. KAI mengimbau seluruh pelanggan untuk tidak ragu melaporkan apabila menemukan atau mengalami indikasi pelecehan seksual kepada petugas yang sedang berdinas,” ujar Franoto.

Foto bersama narasumber usai acara (Thitis Nugrahaning Widhi/IRPS Jakarta)

Momentum Hari Kartini menjadi pengingat pentingnya perlindungan terhadap perempuan, sekaligus memperkuat upaya bersama dalam menciptakan lingkungan transportasi yang inklusif dan aman bagi seluruh pengguna jasa.

Dalam sesi talkshow, para narasumber memberikan pemahaman mengenai bentuk-bentuk pelecehan seksual, langkah pencegahan, hingga mekanisme pelaporan yang dapat dilakukan baik oleh korban maupun saksi. Edukasi ini diharapkan mampu meningkatkan keberanian masyarakat untuk bersikap dan melapor.

Kegiatan juga dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif antara narasumber dan peserta yang terdiri dari pelanggan kereta api serta tamu undangan. Pada sesi ini, peserta berkesempatan menyampaikan pertanyaan, pengalaman, dan pandangan terkait upaya pencegahan pelecehan seksual di ruang publik.

Sebagai bentuk komitmen bersama, kegiatan ini ditutup dengan penandatanganan petisi anti pelecehan seksual oleh para narasumber, tamu undangan, serta pelanggan di Stasiun Pasar Senen. Petisi tersebut menjadi simbol dukungan kolektif dalam menciptakan lingkungan transportasi yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

IRPS bersama KAI Daop 1 Jakarta berharap melalui kampanye ini, pengguna jasa kereta api lebih peduli terhadap pencegahan tindak pelecehan dan berani melapor jika terjadi kekerasan seksual di transportasi publik, khususnya kereta api. (IRPS/MPF)