Sebanyak 16 lokomotif terakhir dari total 54 lokomotif CC205 batch keempat yang didatangkan mulai tahun 2025 akhirnya tiba di Lampung pada Kamis (12/3). Ke-18 lokomotif bernomor CC2052603 hingga CC2062618 ini menumpang kapal BBC Philippines dari Pelabuhan Norfolk, Virginia, Amerika Serikat dan sempat mampir ke Durban, Afrika Selatan terlebih dahulu melalui rute pelayaran klasik via Tanjung Harapan dan bukan lewat Laut Tengah ke arah Terusan Suez dan Laut Merah.
Sebelumnya, sebanyak 38 lokomotif CC205 batch keempat telah dikirimkan secara bertahap pada tahun 2025. Lokomotif-lokomotif tersebut bernomor CC2052501 hingga CC2052536, serta CC2052601 dan CC2052602. Lokomotif CC205 batch keempat ini tidak memiliki perbedaan signifikan dengan 36 lokomotif CC205 batch ketiga yang didatangkan pada tahun 2021.
Lokomotif CC205 batch keempat sendiri sudah mulai beroperasi menghela KA batubara di rute Tanjung Enim-Tarahan (PP). Selain itu, lokomotif-lokomotif ini juga sudah menjalani uji coba menghela KA batubara di rute Tanjung Enim-Simpang (PP), di mana lokomotif CC205 menghela KA dengan susunan rangkaian 60 gerbong datar pengangkut kontainer tersebut secara tunggal dan tak ditandem.
Uji coba ini bukan tanpa alasan, mengingat lokomotif-lokomotif ini ke depannya akan diperuntukkan juga untuk KA batubara di lintas tersebut untuk menggantikan lokomotif CC206 yang akan dipindahkan ke Pulau Jawa. Tercatat, dengan kedatangan lokomotif CC205 ini, sudah 19 dari 47 lokomotif CC206 yang dipindahkan dari Depo Kertapati, Palembang ke Pulau Jawa sepanjang Desember 2025 hingga Februari 2026.
Kedatangan lokomotif CC205 batch keempat juga memberi efek domino pada lokomotif-lokomotif lainnya di Sumatra Bagian Selatan. Sebanyak 4 lokomotif CC201 milik Depo Kertapati dikirim ke Medan untuk menggantikan 2 lokomotif BB203 dan 2 lokomotif BB303 yang dipindahkan dari Medan ke Jawa. Lokomotif CC201 di Sumatra Bagian Selatan kini tersisa hanya 6 lokomotif aktif saja, 3 di Kertapati dan 3 di Tanjung Karang, dengan operasional KA penumpang kini mulai kembali menggunakan lokomotif CC204.
Kini, lokomotif CC205 merupakan lokomotif dengan jumlah aktif kedua terbanyak di Indonesia, yaitu 141 lokomotif dari kedatangan sebanyak 145 lokomotif. Jumlah ini hanya kalah dari lokomotif CC206 yang berjumlah 149 lokomotif aktif dari kedatangan sebanyak 150 lokomotif. Sebanyak 4 lokomotif CC205 sayangnya berhenti beroperasi akibat kecelakaan di Stasiun Rengas tahun 2022 silam. (IRPS/MPF)
