
IRPS Jakarta bersama DPD SPKA KCI dan komunitas pecinta kereta api lainnya melakukan sosialisasi keselamatan perlintasan di Stasiun Rawa Buaya dan Stasiun Tanah Tinggi di Lin Tangerang, Selasa (26/12) pagi (Atika Basyasyah/IRPS Jakarta)
Selasa, 16 Desember 2025, Indonesian Railway Preservation Society (IRPS) Wilayah Jakarta turut serta dalam sosialisasi keselamatan perlintasan kereta api yang diselenggarakan oleh Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Serikat Pekerja Kereta Api (SPKA) KAI Commuter (KCI). Kegiatan ini berlangsung di jalur Tangerang dan melibatkan berbagai komunitas pecinta kereta api. Sebanyak delapan anggota IRPS Wilayah Jakarta hadir untuk berpartisipasi dalam acara tersebut, menunjukkan komitmen komunitas dalam mendukung upaya peningkatan keselamatan transportasi rel.
Sosialisasi dimulai di perlintasan kereta api sebelah timur Stasiun Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat. Lokasi ini sering mengalami kemacetan lalu lintas karena kedekatannya dengan persimpangan jalan raya yang ramai. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan di perlintasan sebelah barat Stasiun Tanah Tinggi, Tangerang, yang merupakan jalur besar dengan empat lajur kendaraan. Di kedua lokasi tersebut, peserta membentangkan spanduk mengenai prosedur keselamatan, termasuk tanda peringatan, etika penggunaan perlintasan, dan langkah pencegahan kecelakaan.

Foto bersama usai sosialisasi keselamatan perlintasan di perlintasan Stasiun Tanah Tinggi (Atika Basyasyah/IRPS Jakarta)
Setelah sesi di Tanah Tinggi, seluruh panitia dan peserta bergerak menuju Stasiun Tangerang untuk istirahat siang. Pada kesempatan tersebut, Ketua DPD SPKA KCI, Soiman, menyampaikan pesan utama acara. Menurutnya, sosialisasi ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran di kalangan pengguna jalan raya agar selalu tertib saat melintasi perlintasan kereta api. “Dengan kedisiplinan di perlintasan dan jalan raya, pengguna jalan dapat mencapai tujuan dengan selamat,” ujar Soiman. Ia juga berbagi pengalaman pribadinya sebagai masinis pada era KRL ekonomi, di mana kecelakaan di perlintasan kereta api sering terjadi akibat kelalaian pengendara.
Acara sosialisasi ini tidak hanya memperkuat kolaborasi antara serikat pekerja dan komunitas kereta api, tetapi juga menjadi pengingat penting akan prioritas keselamatan dalam era mobilitas urban yang semakin padat. Melalui inisiatif seperti ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap protokol perlintasan kereta api terus meningkat, sehingga mengurangi risiko kecelakaan dan mendukung operasional transportasi rel yang lebih aman dan efisien di masa mendatang. (IRPS/MPF)