+6287811185585 humas@irps.or.id

Saat pertama dibangun pada 1898, jalur kereta di Bangkalan terbagi dua, lajur Batu Porron dan lajur Kota Bangkalan. Setelah pendudukan Jepang, jalur ke Batu Porron dihapus karena kawasan itu dijadikan gudang penyimpanan senjata dan masih aktif hingga kini.

Sumber foto: http://blogmasnandha.blogspot.com/

Sebagai gantinya, Jepang membangun jalur baru di Tellang. Tellang kini terkenal karena Universitas Trunojoyo Madura, satu-satunya universitas negeri di Madura, dibangun di desa itu. Ada pun lokasi rel dekat SMAN 1 Kamal. Lajur Tellang dan Lajur Bangkalan, nantinya bertemu di Stasiun Kawanyar.

Seorang pegawai PT KAI memberi petunjuk. Katanya, dari pintu masuk kampus UTM, menghadaplah ke utara. Di tengah hamparan sawah, akan tampak deretan pohon berbaris rapi, di situlah rel kereta api. Dulu, di sepanjang sisi rel pasti ditanami pohon agar teduh selama perjalanan.

Sumber Foto: http://blogmasnandha.blogspot.com/

Jalur ini berakhir di Stasiun kereta api Labang, yang letaknya jauh dari permukiman. Kini, tak jauh dari situ telah berdiri SMK Labang.

Sepasukan polisi pernah menggerebek gedung bekas stasiun itu dan menemukan tumpukan sepeda motor tak bertuan, diduga hasil pencurian.

Sumber foto: http://blogmasnandha.blogspot.com/

Bersambung di Bagian 3 (Terbit insya Allah tanggal 22 Maret 2021)

Sumber: Liputan6.com

 98 total views,  1 views today