Di tahun 2018 IRPS wilayah Semarang (IRPS-SM) melakukan kegiatan napak tilas dan penelitian jalur mati kereta api dari stasiun Kedungjati-Payaman, pada segmen pertama Minggu 29 Juli 2018 dimulai dari stasiun Kedungjati hingga stasiun Tuntang. Perjalanan diawali dengan mengunjungi stasiun Kedungjati dan mencari bekas dipo lokomotif dan turntable, dilanjutkan menyusuri rel baru (rencana reaktivasi) yang sudah terpasang kira-kira 500m kearah Tuntang. Setelah menghabiskan waktu meneliti perjalanan dilanjutkan dengan pencarian titik bekas stasiun-stasiun dan halte, namun beberapa bekas sudah hilang dan tidak di temui seperti halte Ngombak, sedangkan stasiun Tempuran hanya tersisa beberapa pondasi stasiun saja yang sudah terurug sebagian karena rencana jalur baru lebih tinggi dari stasiun.

Perjalanan dilanjutkan pencarian stasiun Gogodalem hanya saja tidak ditemukan bekas-bekas dari stasiun tersebut. Sampai di stasiun berikutnya yaitu stasiun Beringin anggota IRPS-SM melakukan beberapa penelitian kecil dan memfoto beberapa aset diantaranya bangunan stasiun, railbed jalur baru, tower air, dan bekas sinyal masuk dari arah stasiun Tuntang. Perjalanan dilanjutkan ke arah bekas halte Tlogo namun tidak ditemukan bekasnya karena bangunan sudah hilang dibongkar untuk trase jalur baru (lebih rendah), dan segmen pertama diakhiri di Stasiun Tuntang untuk istirahat dan berfoto-foto.

Segmen kedua dilanjutkan pada tanggal 5 Agustus 2018, diawali dari halte Jambu meneliti jembatan dan lidah rel gerigi, disambung menuju Stasiun Bedono. Selanjutnya IRPS-SM berjalan kaki menyusuri bekas jalur rel dari Stasiun Bedono hingga Stasiun Gemawang,pada petak ini besi rel masih banyak ditemukan di tengah hutan dan kebun kopi, namun ada beberapa titik yang tanahnya longsor, selain rel juga ditemui beberapa jembatan flyover kebun kopi, dan bekas saluran air aliran atas. Sampai di Stasiun Gemawang, bangunan stasiun sudah tidak dapat ditemui karena sudah dibongkar dan beralihfungsi menjadi kandang ayam, namun bekas rel masih bisa ditemui di kawasan emplasemen dan di kolong kandang ayam beserta wesel nya. Setelah meneliti dan berfoto di kawasan Stasiun Gemawang perjalanan dilanjutkan menuju Stasiun Grabag Merbabu, di tengah perjalanan sempat berhenti sebentar untuk memfoto bekas jembatan yang masih tersisa di pinggir jalan raya di daerah jalan masuk desa Pingit. Sesampainya di Stasiun Grabag Merbabu IRPS-SM melakukan beberapa penelitian jumlah spoor, luas emplasemen dan berfoto dibeberapa titik, bekas bangunan Stasiun Grabag Merbabu kini menjadi sekolahan, masih utuh hanya ada beberapa sedikit perubahan di bagian kamar mandi stasiun.

Perjalanan dilanjutkan menuju Halte Candi Umbul, selepas itu anggota melakukan penelitian terhadap bentuk bangunan halte Candi Umbul beserta emplasemennya, sembari menikmati pemandangan yang indah dari halte ini yang memungkinkan jika diaktifkan kembali untuk daya tarik wisata, selain melakukan penelitian juga ditemukan dua roda bekas gerbong kereta api yang hingga kini masih tertinggal di kawasan stasiun. Perjalanan dilanjutkan mengunjungi stasiun Secang, bangunan stasiun masih utuh beserta gudangnya, hanya saja kanopi dari stasiun ini sudah hilang, bangunan stasiun berada di tengah-tengah area permukiman warga, sudah tidak ditemukan rel-rel di emplasemen namun bekas sinyal masuk masih berdiri untuk kedatangan kertea api dari stasiun Payaman. Selepas melakukan penelitian dan berfoto-foto, perjalanan dilanjutkan menuju Stasiun Payaman, sempat tersesat tetapi pada akhirnya dapat menemukan bekas stasiun Payaman yang masih berdiri di pinggir jalan kampong. Rel di emplasemen masih berbekas, selain rel juga masih ditemui bekas pembatan badug dan sinyal masuk dari arah Magelang.

(Edo Octavian)

Lihat Galeri Foto:

244 total views, 1 views today