+6287771120080 humas@irps.or.id

Dalam rangka memperingati bulan Pahlawan, pada hari Minggu tanggal 20 November 2016, tim IRPS Semarang melakukan napak tilas jalur KA bergerigi (non aktif) dari Bedono menuju ke Gemawang.

Tujuan dari diadakannya kegiatan ini adalah untuk melihat dan mendata aset-aset milik PT. KAI (Persero) yang masih tersisa di jalur tersebut. Selain daripada itu juga ingin mengetahui keberadaan rel KA bergerigi yang ada di jalur antara Bedono – Gemawang, karena selama ini banyak orang terutama dari kalangan railfans maupun karyawan PT.KAI (Persero) sendiri tahunya bahwa rel bergerigi itu hanya ada di lintas Jambu – Bedono.

Jam 09.00 WIB tim berangkat dari stasiun Bedono dengan berjalan kaki. Selama perjalanan yang melintasi area perkampungan, semak belukar, dan kebun kopi, tim IRPS Semarang akhirnya berhasil sampai di (bekas) stasiun Gemawang dalam waktu 2,5 jam. Stasiun Gemawang sendiri kini dialihfungsikan menjadi kandang ayam. Lamanya perjalanan dari Bedono ke Gemawang yang sebenarnya berjarak sekitar 3 – 4 km, karena selain mengemati aset yang ada, tim IRPS Semarang juga melakukan pembersihan bekas jalur KA tersebut. Pembersihan dalam hal ini adalah dengan membabat semak atau rumput liar yang menutupi rel agar nampak terlihat.

Kurang puas sampai di Gemawang, tim IRPS Semarang yang ditemani Bapak Paryoto (penjaga stasiun Bedono) melanjutkan perjalanan napak tilas menuju ke Grabag Merbabu (Pagonan) dan tujuan akhir di Candi Umbul. Total dari Bedono hingga sampai ke Candi Umbul, tim melakukan perjalanan sejauh ± 15 km.

492 total views, 3 views today